Belajar Teknologi Tepat Lingkungan di PPLH Puntondo

Belajar Teknologi Tepat Lingkungan di PPLH Puntondo

PPLH Puntondo dengan misi mendorong dan mengajak masyarakat untuk lebih sadar dan peduli terhadap lingkungan, menyiapkan strategi dalam memberikan contoh konkret untuk memperbaiki lingkungan. Caranya, menggunakan teknologi tepat lingkungan sebagai sumber energi baru terbarukan. Diharapkan, ini dapat diikuti dan dimanfaatkan masyarakat sekitar Puntondo maupun para tamu dari luar Puntondo.

Teknologi tepat lingkungan adalah teknologi yang menggunakan alat-alat sederhana dan ramah lingkungan serta bahan-bahan yang mudah dijangkau. Teknologi tepat lingkungan memanfaatkan sumber energi alam yang terbarukan seperti angin dan panas matahari. Karena menggunakan sumber energi “bersih” dan berkelanjutan sehingga teknologi ini lebih ramah lingkungan.

Adapun teknologi tepat lingkungan yang diaplikasikan PPLH Puntondo sebagai sumber energi baru terbarukan, yakni :

  • Energi Angin

Menurut peneliti LAPAN, Soeripno, beberapa wilayah di Indonesia bagian timur bisa dijadikan ladang angin karena kecepatan rata-rata angin per tahun sangat bagus, lebih dari 6,3 meter per detik (m/det). Di wilayah PPLH Puntondo dengan kecepatan angin rata-rata 5,4 meter per detik, membangun dua buah kincir angin dengan kapasitas listrik yang dihasilkan 1000 watt dan 80 watt. Energi listrik ini sebagian besar dimanfaatkan oleh masyarakat Dusun Puntondo yang belum terjangkau listrik dari PLN.

Kincir Angin yang dimiliki PPLH Puntondo, satu diantaranya, memiliki tinggi 4 meter, aki kering 40 Ampere dan menghasilkan listrik 80 watt. Mekanisme kerjanya, angin akan memutarkan kipas, selanjutnya gerakan kipas akan menggerakkan dinamo. Dinamo menghasilkan listrik yang akan mengisi aki. Listrik dalam aki yang berarus DC akan diubah menjadi arus AC melalui inverter. Melalui inverter inilah listrik akan dialirkan ke lampu.

  • Energi Surya

Destilasi Air Laut

PPLH Puntondo memanfaatkan energi panas matahari untuk mengubah air laut menjadi air tawar yang bisa dikonsumsi melalui teknologi Destilasi Air Laut. Prinsip kerja dari teknologi ini adalah pemanfaatan panas matahari untuk menguapkan air laut sehingga sehingga menjadi air tawar. Air tawar ini tidak memiliki kandungan mineral apapun setelah melalui destilasi.

Spesifikasi alat yakni volume maksimal wadah : 400 liter dengan kapasitas sekitar 4 liter air per hari. Adapun mekanisme kerja, air laut dimasukkan melalui pipa ke dalam wadah yang berwarna hitam. Sinar matahari yang masuk ke dalam alat akan terpantulkan oleh kaca ke dalam wadah yang berisi air laut (wadah berwarna hitam akan memaksimalkan pemanasan). Pemanasan air laut akan menghasilkan uap air yang akan menempel pada permukaan dalam kaca. Kondisi yang jenuh (suhu) akan membuat uap air terkondensasi menjadi air yang mengalir menuruni kaca dan terkumpul pada sudut yang memiliki ketinggian terendah. Air yang jatuh akan mengalir melalui selang ke dalam penampungan air tawar.

Solar Cooker

Energi surya juga dimanfaatkan untuk memasak dengan menggunakan teknologi Solar Cooker. Solar Cooker ini menjadi alternatif memasak tanpa menggunakan bahan bakar dengan prinsip kerja pemanfaatan energi panas matahari. Mekanisme kerjanya, panci ditempatkan pada tempat yang terkena sinar matahari secara langsung. Sinar matahari yang masuk ke dalam alat (panci) baik secara langsung maupun dipantulkan melalui kaca penutup akan diubah menjadi energi panas yang akan memanaskan kotak alat dan panci. Kotak yang menjadi panas akan ikut memanaskan panci (panci berwarna hitam akan memaksimalkan pemanasan). Pemanasan yang berlangsung selama satu hingga beberapa jam akan mematangkan makanan dalam panci.

Evaluasi yang dilakukan PPLH Puntondo dengan Solar Cooker ini untuk 4 kg bahan makanan membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Ubi jalar (tanpa air) akan masak dalam 2 jam; telur 2,5 jam; kentang (tanpa air) 3 jam; air 1 jam; nasi 2 jam. Saat memasak, bahan makanan tidak perlu diaduk, tidak perlu menggunakan air saat memasak buah, sayur dan daging.

Solar Panel

Dengan solar panel, peserta juga mengetahui bagaimana bahan semikonduktor yang ada di dalamnya mampu mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Di PPLH Puntondo terdapat panel dengan kapasitas total 150 watt, yang dimanfaatkan untuk menerangi ruang pertemuan.

Mekanisme kerja dari solar panel adalah ketika cahaya bersentuhan dengan sel surya dan diserap oleh bahan semi konduktor akan terjadi pelepasan elektron. Apabila elektron tersebut bisa menempuh perjalanan menuju bahan semi-kondutor pada lapisan yang berbeda di dalam sel yang sama, terjadi perubahan sigma gaya-gaya pada bahan.

Gaya tolakan antar bahan semi-kondutor menyebabkan aliran medan listrik dan menyebabkan elektron dapat disalurkan menuju ke penampungan aki listri yang berarus DCakan diubah menjadi arus AC oleh inverter. Listri selanjutnya sudah bisa dipakai untuk peralatan elektronik seperti lampu. Listrik yang keluar dikontrol oleh alat bernama kontroler di setiap proses.

PPLH Puntondo dengan misi mendorong dan mengajak masyarakat untuk lebih sadar dan peduli terhadap lingkungan, menyiapkan strategi dalam memberikan contoh konkret untuk memperbaiki lingkungan. Caranya, menggunakan teknologi tepat lingkungan sebagai sumber energi baru terbarukan. Diharapkan, ini dapat diikuti dan dimanfaatkan masyarakat sekitar Puntondo maupun para tamu dari luar Puntondo.

Teknologi tepat lingkungan adalah teknologi yang menggunakan alat-alat sederhana dan ramah lingkungan serta bahan-bahan yang mudah dijangkau. Teknologi tepat lingkungan memanfaatkan sumber energi alam yang terbarukan seperti angin dan panas matahari. Karena menggunakan sumber energi “bersih” dan berkelanjutan sehingga teknologi ini lebih ramah lingkungan.

Adapun teknologi tepat lingkungan yang diaplikasikan PPLH Puntondo sebagai sumber energi baru terbarukan, yakni :

  1. Energi Angin

Menurut peneliti LAPAN, Soeripno, beberapa wilayah di Indonesia bagian timur bisa dijadikan ladang angin karena kecepatan rata-rata angin per tahun sangat bagus, lebih dari 6,3 meter per detik (m/det). Di wilayah PPLH Puntondo dengan kecepatan angin rata-rata 5,4 meter per detik, membangun dua buah kincir angin dengan kapasitas listrik yang dihasilkan 1000 watt dan 80 watt. Energi listrik ini sebagian besar dimanfaatkan oleh masyarakat Dusun Puntondo yang belum terjangkau listrik dari PLN.

Kincir Angin yang dimiliki PPLH Puntondo, satu diantaranya, memiliki tinggi 4 meter, aki kering 40 Ampere dan menghasilkan listrik 80 watt. Mekanisme kerjanya, angin akan memutarkan kipas, selanjutnya gerakan kipas akan menggerakkan dinamo. Dinamo menghasilkan listrik yang akan mengisi aki. Listrik dalam aki yang berarus DC akan diubah menjadi arus AC melalui inverter. Melalui inverter inilah listrik akan dialirkan ke lampu.2

Energi Surya

Destilasi Air Laut

PPLH Puntondo memanfaatkan energi panas matahari untuk mengubah air laut menjadi air tawar yang bisa dikonsumsi melalui teknologi Destilasi Air Laut. Prinsip kerja dari teknologi ini adalah pemanfaatan panas matahari untuk menguapkan air laut sehingga sehingga menjadi air tawar. Air tawar ini tidak memiliki kandungan mineral apapun setelah melalui destilasi.

Spesifikasi alat yakni volume maksimal wadah : 400 liter dengan kapasitas sekitar 4 liter air per hari. Adapun mekanisme kerja, air laut dimasukkan melalui pipa ke dalam wadah yang berwarna hitam. Sinar matahari yang masuk ke dalam alat akan terpantulkan oleh kaca ke dalam wadah yang berisi air laut (wadah berwarna hitam akan memaksimalkan pemanasan). Pemanasan air laut akan menghasilkan uap air yang akan menempel pada permukaan dalam kaca. Kondisi yang jenuh (suhu) akan membuat uap air terkondensasi menjadi air yang mengalir menuruni kaca dan terkumpul pada sudut yang memiliki ketinggian terendah. Air yang jatuh akan mengalir melalui selang ke dalam penampungan air tawar.

Solar Cooker

Energi surya juga dimanfaatkan untuk memasak dengan menggunakan teknologi Solar Cooker. Solar Cooker ini menjadi alternatif memasak tanpa menggunakan bahan bakar dengan prinsip kerja pemanfaatan energi panas matahari. Mekanisme kerjanya, panci ditempatkan pada tempat yang terkena sinar matahari secara langsung. Sinar matahari yang masuk ke dalam alat (panci) baik secara langsung maupun dipantulkan melalui kaca penutup akan diubah menjadi energi panas yang akan memanaskan kotak alat dan panci. Kotak yang menjadi panas akan ikut memanaskan panci (panci berwarna hitam akan memaksimalkan pemanasan). Pemanasan yang berlangsung selama satu hingga beberapa jam akan mematangkan makanan dalam panci.

Evaluasi yang dilakukan PPLH Puntondo dengan Solar Cooker ini untuk 4 kg bahan makanan membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Ubi jalar (tanpa air) akan masak dalam 2 jam; telur 2,5 jam; kentang (tanpa air) 3 jam; air 1 jam; nasi 2 jam. Saat memasak, bahan makanan tidak perlu diaduk, tidak perlu menggunakan air saat memasak buah, sayur dan daging.

Solar Panel

Dengan solar panel, peserta juga mengetahui bagaimana bahan semikonduktor yang ada di dalamnya mampu mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Di PPLH Puntondo terdapat panel dengan kapasitas total 150 watt, yang dimanfaatkan untuk menerangi ruang pertemuan.

Mekanisme kerja dari solar panel adalah ketika cahaya bersentuhan dengan sel surya dan diserap oleh bahan semi konduktor akan terjadi pelepasan elektron. Apabila elektron tersebut bisa menempuh perjalanan menuju bahan semi-kondutor pada lapisan yang berbeda di dalam sel yang sama, terjadi perubahan sigma gaya-gaya pada bahan.

Gaya tolakan antar bahan semi-kondutor menyebabkan aliran medan listrik dan menyebabkan elektron dapat disalurkan menuju ke penampungan aki listri yang berarus DCakan diubah menjadi arus AC oleh inverter. Listri selanjutnya sudah bisa dipakai untuk peralatan elektronik seperti lampu. Listrik yang keluar dikontrol oleh alat bernama kontroler di setiap proses.